Prabowo Soroti Rakyat Tak Sadar Indonesia Diproyeksi Jadi Ekonomi Keempat Dunia 2050

Prabowo Soroti Rakyat Tak Sadar Indonesia Diproyeksi Jadi Ekonomi Keempat Dunia 2050
Prabowo Soroti Rakyat Tak Sadar Indonesia Diproyeksi Jadi Ekonomi Keempat Dunia 2050

EKONOMIAKTUAL.ID — Presiden Prabowo Subianto menilai masyarakat dan elite Indonesia belum menyadari potensi besar ekonomi nasional yang diproyeksikan menempati posisi keempat dunia pada 2050. Ia menyebut sikap pesimistis yang terus muncul justru berpotensi melemahkan semangat rakyat, meski kritik tetap dibutuhkan sebagai koreksi.

Proyeksi itu disampaikan Prabowo dalam program "Presiden Prabowo Menjawab" yang ditayangkan melalui kanal YouTube miliknya. Kepala negara mengutip sejumlah lembaga internasional yang menempatkan Indonesia pada jalur ekonomi besar dunia dalam 25 tahun ke depan.

"Semua orang sudah yakin Indonesia akan menjadi ekonomi keenam, kelima, keempat di dunia. Dalam tahun 2050 which is 25 tahun ke depan. Bayangkan. Ya kan, ini, ini Goldman Sachs, Goldman Sachs, Indonesia ekonomi keempat," ucap Prabowo.

Proyeksi Goldman Sachs dan Pandangan Analis Australia

Selain Goldman Sachs, Prabowo merujuk pandangan Hugh White, analis pertahanan dan kebijakan luar negeri asal Australia. Menurut Prabowo, White memandang Indonesia sebagai negara yang bakal menjelma menjadi kekuatan besar.

Namun, Prabowo menyoroti satu hal yang dinilainya janggal. Menurut dia, justru Indonesia sendiri yang belum menyadari posisi strategis tersebut.

"Mereka sudah menganggap we are going to be a great power. Hanya ada sesuatu ya, dia bilang Indonesia-nya yang nggak sadar," ungkapnya.

Rasa Rendah Diri dan Warisan Penjajahan

Prabowo menduga ada inferiority complex atau rasa rendah diri di kalangan masyarakat maupun elite Indonesia. Ia mengaitkan kondisi itu dengan pengalaman penjajahan yang berlangsung ratusan tahun.

"Dan elite Indonesia itu, apa mungkin kita sudah apa ya, ada inferiority complex, ada rasa rendah diri. Mungkin akibat ratusan tahun dijajah ya kan. Jadi we have an inferiority complex I think. Ini dunia ekonomi kita bagus," imbuh Prabowo.

Presiden menegaskan kritik tetap diperlukan dalam demokrasi. Namun ia meminta kritik tidak diarahkan untuk menurunkan semangat rakyat.

"Kritik itu bagus, kritik harus, kalau tidak dikritik kita sebetulnya bisa tersesat. Tapi, kritik untuk menurunkan semangat dan terutama menurunkan semangat rakyat, ini menurut saya sangat tidak bertanggung jawab," kata Prabowo.

Pesan bagi Pelaku Pasar dan Investor

Pernyataan Prabowo muncul di tengah diskusi soal investasi dan kondisi perekonomian nasional. Pemerintah tengah mendorong arus modal masuk untuk menopang pertumbuhan jangka panjang.

Bagi pelaku pasar, proyeksi Indonesia sebagai ekonomi terbesar keempat dunia pada 2050 menjadi sinyal jangka panjang soal ukuran pasar domestik. Namun realisasi proyeksi itu bergantung pada konsistensi pertumbuhan, stabilitas kebijakan, dan kualitas sumber daya manusia.

Sejumlah lembaga internasional memang menempatkan Indonesia dalam kelompok negara dengan potensi ekonomi besar, bersanding dengan India, Brasil, dan Tiongkok. Posisi itu ditopang jumlah penduduk produktif yang besar serta permintaan domestik yang terus tumbuh.

Prabowo menutup pernyataannya dengan nada optimistis. Ia menilai fundamental ekonomi Indonesia berada di jalur yang baik, terlepas dari sikap pesimistis yang masih beredar di sebagian kalangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index