Hyundai CEO Jose Munoz: Pasar AS Bisa Dikuasai Mobil China Tanpa Tarif

Hyundai CEO Jose Munoz: Pasar AS Bisa Dikuasai Mobil China Tanpa Tarif
Hyundai CEO Jose Munoz: Pasar AS Bisa Dikuasai Mobil China Tanpa Tarif

EKONOMIAKTUAL.ID — CEO Hyundai Motor Jose Munoz memperingatkan pasar otomotif Amerika Serikat berpotensi berubah seperti Inggris dan Eropa jika tarif impor mobil China dicabut. Saat ini mobil China memang masih tersingkir dari pasar AS karena tarif sekitar 100 persen untuk kendaraan listrik mereka. Munoz menilai tanpa hambatan dagang, merek-merek China bisa langsung mendominasi penjualan di Negeri Paman Sam.

Peringatan itu disampaikan Munoz dalam wawancara dengan Reuters. Ia menyoroti Inggris sebagai contoh nyata negara yang pasar otomotifnya kini banyak dikuasai merek China karena tidak ada tarif penghalang. Kondisi serupa, menurut Munoz, bisa terjadi di AS meski dengan tingkat yang berbeda.

Inggris Jadi Contoh Pasar Tanpa Barrier

Di Inggris, sekitar 15 persen registrasi mobil baru kini berasal dari merek-merek China. Angka itu muncul karena Inggris tidak menerapkan tarif khusus untuk kendaraan asal China.

Munoz menyebut Inggris yang dulu dikenal sebagai pasar yang menguntungkan kini berubah drastis. Ia menilai pasar otomotif negara itu sudah mirip dengan kondisi di China, di mana merek-merek lokal menguasai daftar penjualan teratas.

Menurut Munoz, hal serupa bisa terjadi di AS jika kebijakan tarif tidak dipertahankan. Ia menegaskan perlunya syarat tertentu agar pasar AS tidak tergerus produk China.

EU Pasang Tarif, Tapi Harga China Tetap Lebih Murah

Uni Eropa sudah menerapkan tarif untuk kendaraan listrik China setelah Brussel menemukan adanya subsidi negara yang tidak adil. Meski begitu, Munoz mengklaim mobil China masih 30 hingga 40 persen lebih murah di sejumlah pasar Eropa.

Uni Eropa juga tengah menyiapkan aturan "Made in Europe" yang akan mengatur berapa banyak komponen mobil yang harus diproduksi di dalam blok tersebut agar layak dijual. Aturan ini jadi upaya tambahan menahan gempuran produk China.

Trump Buka Pintu, Pabrikan AS Bereaksi

Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan terbuka terhadap pabrikan China yang ingin membangun pabrik di AS. Syaratnya, mereka harus mempekerjakan tenaga kerja lokal dan membangun fasilitas produksi di dalam negeri.

Pernyataan Trump itu memicu reaksi dari American Automotive Policy Council yang mewakili Ford, General Motors, dan Stellantis. Dewan tersebut menuding pabrikan China menikmati subsidi negara, manipulasi mata uang, dan keuntungan non-pasar lainnya.

CEO Ford Jim Farley dalam pertemuan internal pada Juli lalu menyebut jajaran eksekutif memperkirakan merek China akan masuk ke AS dalam lima hingga sepuluh tahun. Sebelumnya, Munoz memang pernah mengawasi operasi Nissan di China dan sempat memuji kecepatan pengembangan teknologi di sana.

Tarif 100 Persen Jadi Penghalang Utama

Mobil China saat ini praktis tersingkir dari pasar Amerika karena tarif sekitar 100 persen untuk kendaraan listrik mereka. Kebijakan itu dirancang untuk menahan ancaman produk China, setidaknya untuk sementara waktu.

Namun kekhawatiran di kalangan pabrikan yang sudah beroperasi di AS tetap tinggi. Hyundai menjadi pabrikan terbaru yang menyuarakan kekhawatiran tersebut setelah Trump melontarkan pernyataannya soal pabrik China di AS.

Peringatan Munoz berpusat pada profitabilitas Hyundai sendiri. Ia melihat bagaimana pasar Inggris dan Eropa berubah cepat begitu hambatan dagang longgar, dan tidak ingin hal serupa terjadi di pasar utama Hyundai di Amerika Utara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index