Bapanas Pastikan Produksi Beras Fortifikasi Palsu Telah Dihentikan

Bapanas Pastikan Produksi Beras Fortifikasi Palsu Telah Dihentikan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjamin produksi beras fortifikasi palsu telah distop dan tidak ada lagi yang diperjualbelikan di pasaran.

Bapanas telah menginstruksikan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Sumatera Utara untuk melayangkan surat teguran keras kepada 11 produsen pemegang 25 merek beras fortifikasi palsu agar menghentikan aktivitas produksinya. Sejak pekan pertama September, seluruh merek beras fortifikasi palsu dipastikan tidak lagi diproduksi.

Selanjutnya, dari 25 merek tersebut, sebanyak 12 merek beras fortifikasi palsu telah ditarik secara sukarela oleh pihak produsen dari peredaran. Sementara untuk merek sisanya yang masih beredar bakal ditarik secara menyeluruh oleh Bapanas.

Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa tindakan penarikan harus ditempuh lantaran kasus beras fortifikasi ini amat merugikan masyarakat.

"Mungkin ini agak kasar sedikit, (tetapi) itu penipuan. Ini menyusahkan konsumen kami, karena tujuan pemerintah ingin supaya konsumen menikmati harga beras yang baik, tetapi petaninya masih bisa untung," kata Amran.

Berdasarkan kalkulasi Bapanas, total kerugian yang ditanggung konsumen akibat peredaran beras fortifikasi palsu ini menembus angka Rp 89 triliun. 

Atas dasar itu, pengusutan kasus beras fortifikasi palsu terus bergulir guna mendalami dugaan unsur penipuan. Apabila terbukti secara sah terdapat unsur penipuan, pemerintah tidak akan ragu menyeret para pelaku ke ranah hukum.

Sebagai informasi, kasus beras fortifikasi ini terkuak sewaktu Bapanas menggelar inspeksi mendadak (sidak) dan pengujian sampel beras fortifikasi—yakni beras khusus yang diklaim diperkaya tambahan vitamin serta mineral gizi—pada April 2026 lalu.

Pihak Bapanas telah melakukan uji laboratorium terhadap 27 merek beras bermerek klaim gizi tambahan, yang mana hasilnya menunjukkan 25 di antaranya tidak memenuhi standar.

Daftar 25 merek beras fortifikasi palsu yang dibongkar pemerintah meliputi Idola Fortifikasi, Idola High Quality Whole Grain Rice, Idola Long Grain Rice, Ikan Mas Cupang, AAA Wijaya Kusuma, Cantik Manis, Penari Bangkok, Topi Koki Short Grain, Topi Koki Setra Royale, dan Topi Koki Long Grain Crysta.

Selanjutnya HOK-1 Gohan, Maknyuss Pulen Gizi, Anak Raja Fortifikasi, Anak Raja Nusantara, Top Anak Raja, PMS Induk Ayam, Sumo, Rasvit, FS Nutri Rice, Pelikan, Rice Rojolele, Super Kepala Beras Premium 111, 111 Golden Number, Putri Koki, serta Wellfarm Beras Diabet. Total kerugian konsumen akibat beras fortifikasi palsu ini diperkirakan menyentuh Rp 89 triliun sepanjang tahun 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index