NTT Susun Rencana Aksi Pangan dan Gizi, Riset Kampus hingga Komunitas Jadi Dasar Kebijakan

NTT Susun Rencana Aksi Pangan dan Gizi, Riset Kampus hingga Komunitas Jadi Dasar Kebijakan

EKONOMIAKTUAL.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyusun Rencana Aksi Pangan dan Gizi dengan menjadikan hasil riset perguruan tinggi, komunitas, dan organisasi masyarakat sebagai dasar kebijakan. Kajian itu akan diintegrasikan ke dalam strategi perubahan RPJMD NTT, tidak berhenti di peningkatan produksi semata.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) NTT Theresia M. Florensia Therisia mengatakan transformasi pangan yang disiapkan mencakup seluruh mata rantai, dari produksi hingga akses masyarakat. Ia menyampaikannya di Kupang, Rabu, usai menghadiri Forum Simpul Pangan Nusantara yang diinisiasi ICRAF Indonesia bersama pemerintah dan akademisi.

Menurut Theresia, temuan dari berbagai pihak akan dipertimbangkan dalam penyusunan kebijakan pangan. Hasilnya tidak hanya menjadi dokumen, tetapi masuk ke strategi perubahan RPJMD NTT.

Pertanian Jadi Penopang, Peternakan Dinilai Lebih Maju

Struktur perekonomian NTT masih bertumpu pada sektor pertanian. Pemerintah ingin memastikan pengembangan pertanian, perikanan, dan peternakan benar-benar memberi manfaat bagi petani, nelayan, dan peternak.

Theresia mengakui sektor peternakan berjalan lebih baik dibanding pertanian. "Selama ini memang diakui sektor peternakan berjalan dengan baik, namun dari sisi pertanian masih sangat minim, karena itu berbagai upaya kami lakukan agar sektor pertanian kita juga bisa seperti sektor peternakan," ujarnya.

Pengembangan pangan juga diminta menyesuaikan karakteristik dan potensi tiap wilayah. Agenda pemulihan wilayah Flores pascagempa masuk dalam pertimbangan tersebut.

Agroforestri Ditawarkan Perkuat Pangan Sekaligus Jaga Ekosistem

Direktur Landscape Alliance Asia Sonya Dewi menilai transformasi sistem pangan perlu melihat keterkaitan antara pertanian, pangan, hutan, dan tata kelola lahan. Pendekatan itu dinilai bisa menjawab persoalan pangan tanpa mengorbankan fungsi ekosistem.

"Menurut saya pendekatan agroforestri, dapat dikembangkan untuk memperkuat pangan lokal sekaligus menjaga fungsi ekosistem," tegas Sonya.

Forum Simpul Pangan Nusantara, katanya, menjadi upaya menyatukan persepsi agar semua pihak bekerja dengan informasi yang sama. Kupang menjadi lokasi pertama dari tiga seri regional, dilanjutkan di Makassar dan Palembang pada Oktober 2026.

31 Makalah dan 18 Poster Ilmiah Dipresentasikan

Dalam forum tersebut, sebanyak 31 makalah dan 18 poster ilmiah dipresentasikan. Pembahasan mencakup inovasi pertanian cerdas iklim, kelembagaan dan inklusi sosial, diversifikasi konsumsi dan ketahanan gizi, serta tata kelola bentang lahan dan kebijakan.

Program ini mengembangkan kebun pangan komunal dan pekarangan, penguatan pangan lokal dan gizi, serta kurikulum muatan lokal bertema "Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim".

Hingga kini, pendekatan tersebut menjangkau 43 kebun pangan komunal dan 771 kebun pekarangan keluarga. Sebanyak delapan rumah benih lokal mendukungnya, sementara 1.288 peserta telah mengikuti peningkatan kapasitas soal pangan lokal dan gizi seimbang.

RAPG Menjadi Instrumen Kunci Implementasi

Rencana Aksi Pangan dan Gizi yang sedang disusun menjadi instrumen utama menerjemahkan berbagai temuan riset itu. Pemerintah provinsi berharap kebijakan yang dihasilkan tidak seragam untuk semua kabupaten, melainkan mengikuti potensi masing-masing wilayah.

Bagi NTT, taruhannya bukan sekadar angka produksi. Diversifikasi konsumsi dan ketahanan gizi menjadi bagian pembahasan, sejalan dengan upaya memperkuat pangan lokal di tengah perubahan iklim yang memengaruhi pola tanam dan hasil panen.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index