JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memanfaatkan kredensial mikro sebagai sebuah sarana krusial untuk mendongkrak relevansi pendidikan tinggi di tengah dinamika dunia kerja.
Direktur Pembelajaran dan Mahasiswa (Belmawa) Kemdiktisaintek Beny Bandanadjaja menganggap di samping ijazah maupun kualifikasi akademik, kredensial mikro turut memegang peranan yang amat vital.
"Dalam konteks inilah, kredensial mikro menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat relevansi pendidikan tinggi," katanya dalam Sosialisasi Panduan Kredensial Mikro di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Lantaran hal tersebut, Beny mengimbau perguruan tinggi untuk tiada henti berinovasi membangun lingkungan pembelajaran yang kian fleksibel, adaptif, serta tanggap menghadapi laju perkembangan zaman.
Lewat skema kredensial mikro, mahasiswa memperoleh kebebasan untuk mengakses modul pembelajaran yang lebih ringkas dan berfokus pada penguasaan keahlian khusus.
Demi menyokong gebrakan transformatif tersebut, Kemdiktisaintek merancang Buku Panduan Penyelenggaraan Kredensial Mikro di Perguruan Tinggi sebagai pedoman baku yang terstandardisasi.
Buku panduan ini dirancang khusus guna menyatukan pandangan seluruh pimpinan perguruan tinggi mengenai tata kelola, penjaminan mutu, hingga alur pelaporan yang sesuai.
"Dengan demikian, kredensial mikro tidak dipandang hanya sebagai bentuk pembelajaran jangka pendek, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi yang tetap memiliki standar mutu, capaian pembelajaran yang jelas, serta relevansi yang kuat dengan kebutuhan dunia kerja," ujarnya.
Di luar pembenahan aspek tata kelola, Beny turut mendorong civitas akademika agar terus menguatkan kolaborasi bareng dunia usaha, industri, hingga asosiasi profesi dalam menentukan target capaian pembelajaran.
Melalui kemitraan yang kokoh antara landasan teori di perguruan tinggi dan kebutuhan nyata di lapangan, Kemdiktisaintek meyakini sumber daya manusia (SDM) yang unggul serta cakap dapat dicapai guna menyambut Indonesia Emas 2045.
"Kredensial mikro merupakan salah satu ikhtiar untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang fleksibel, relevan, bermutu, dan berdampak." tutur Beny Bandanadjaja.