Free Float BCIC Baru 13,74%, Bank JTrust Godok Investor Strategis dan Rights Issue

Free Float BCIC Baru 13,74%, Bank JTrust Godok Investor Strategis dan Rights Issue

EKONOMIAKTUAL.ID — PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) masih kekurangan sekitar 1,26 poin persentase untuk memenuhi batas minimum free float 15% yang dipersyaratkan Bursa Efek Indonesia. Perseroan membuka opsi menghadirkan investor strategis hingga menerbitkan saham baru lewat right issue bersama pemegang saham pengendali.

Porsi saham publik BCIC sebenarnya terus naik dalam beberapa periode terakhir. Pada Oktober 2025, free float perseroan berada di level 7,75%.

Posisi itu kemudian meningkat menjadi 12,56% pada 30 Juni 2026 dan kembali bertambah menjadi 13,74% pada akhir Agustus 2026. Dengan capaian tersebut, Bank JTrust masih perlu menambah sekitar 1,26 poin persentase agar lolos ketentuan minimum BEI.

Rencana pemenuhan free float itu disampaikan manajemen dalam keterbukaan informasi kepada BEI. Jawaban tersebut merespons permintaan penjelasan Bursa melalui surat nomor 15.04/S.Dir-CSD/JTRUST/IX/2026 tertanggal 15 September 2026.

Dua Opsi yang Sedang Dijajaki Perseroan

Bank JTrust menyiapkan sejumlah alternatif bersama pemegang saham pengendali. Skema yang dipertimbangkan mencakup investasi langsung oleh investor strategis maupun penerbitan saham baru melalui mekanisme right issue.

Perseroan juga aktif berkomunikasi dengan pelaku pasar dan calon investor. Langkah itu ditempuh untuk menjaga kesinambungan kenaikan kepemilikan saham publik.

Mengapa Bank JTrust Minta Masa Transisi

Manajemen menilai pemenuhan ketentuan pasar modal perlu berjalan selaras dengan kewajiban perbankan yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena itu, perseroan meminta waktu dan masa transisi yang lebih fleksibel dari BEI.

Kondisi pasar modal dan sentimen ekonomi makro ikut diperhitungkan. Sikap investor yang masih berhati-hati terhadap sektor perbankan membuat perseroan harus memilih waktu pelaksanaan dan tingkat valuasi yang tepat.

Faktor lain yang jadi pertimbangan adalah potensi dampak aksi korporasi terhadap pemegang saham eksisting. Perseroan memperhitungkan kemungkinan dilusi jika penambahan atau pelepasan saham dilakukan saat pasar belum mendukung.

Jejak Aksi Korporasi 2022 dan Efeknya ke Free Float

Bank JTrust merujuk pengalaman aksi korporasi pada 2022. Kala itu perseroan menambah modal melalui Dana Setoran Modal (DSM) untuk memenuhi ketentuan modal minimum Rp3 triliun yang ditetapkan OJK.

Dalam pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) periode tersebut, tidak semua pemegang saham publik memakai haknya. Kondisi itu turut menurunkan persentase free float perseroan.

Target Free Float 15% Masuk Rencana Bisnis 2027-2029

Ke depan, strategi peningkatan saham publik akan dimasukkan sebagai bagian dari Rencana Bisnis Bank (RBB) periode 2027-2029. Targetnya, porsi saham publik bisa mencapai ketentuan minimum 15%.

Manajemen menegaskan strategi pemenuhan free float tetap mempertimbangkan kondisi bisnis dan permodalan perseroan. Pemenuhan ketentuan BEI diupayakan berjalan beriringan dengan stabilitas operasional dan keberlanjutan kinerja Bank JTrust.

Apa Artinya bagi Investor BCIC

Bagi pemegang saham, opsi right issue membuka peluang menambah porsi kepemilikan sekaligus risiko dilusi jika tidak mengeksekusi haknya. Kehadiran investor strategis bisa jadi katalis positif dari sisi likuiditas saham dan persepsi pasar.

Yang perlu dicermati, belum ada tenggat pasti kapan aksi korporasi ini dieksekusi. Semua masih bergantung pada kesepakatan dengan pemegang saham pengendali, respons BEI atas permintaan transisi, serta kondisi pasar saat penawaran dilakukan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index