Jeep Recall 201.976 Unit di AS, TPMS Grand Cherokee Bermasalah

Sabtu, 19 September 2026 | 13:18:00 WIB
Jeep Recall 201.976 Unit di AS, TPMS Grand Cherokee Bermasalah

EKONOMIAKTUAL.ID — Jeep menarik 201.976 unit kendaraan di Amerika Serikat karena masalah perangkat lunak pada sistem pemantau tekanan ban (TPMS). Grand Cherokee jadi model paling terdampak dengan 113.647 unit, disusul Grand Cherokee L dan Wagoneer. Perbaikan dilakukan gratis lewat pembaruan software di dealer.

Jeep mengumumkan recall besar-besaran untuk 201.976 unit kendaraannya di Amerika Serikat. Langkah ini diambil setelah ditemukan bug perangkat lunak yang membuat TPMS tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya.

Masalah muncul ketika software yang bermasalah membuat TPMS gagal mendeteksi tekanan ban rendah secara akurat. Akibatnya, lampu peringatan tekanan ban rendah juga tidak menyala, sehingga pengemudi kehilangan peringatan dini yang selama ini diandalkan.

Kondisi itu membuat kendaraan terdampak tidak memenuhi standar keselamatan Federal Motor Vehicle Safety Standard 138. Standar ini mewajibkan setiap kendaraan baru memiliki sistem peringatan tekanan ban yang berfungsi.

Grand Cherokee Jadi Model Paling Terdampak

Dari total unit yang ditarik, Grand Cherokee menyumbang angka terbesar. Sebanyak 113.647 unit Grand Cherokee model tahun 2024-2026 diproduksi antara 13 Februari 2024 hingga 12 Juni 2026.

Model Grand Cherokee L menyusul dengan 57.456 unit dari periode produksi 11 Januari 2024 sampai 22 Mei 2026. Ada pula Wagoneer sebanyak 16.456 unit model tahun 2024-2025 yang diproduksi 27 Agustus 2024 hingga 23 November 2025.

Beberapa model lain ikut terdampak meski jumlahnya lebih kecil. Grand Cherokee PHEV tercatat 526 unit, Grand Wagoneer 3.046 unit, ditambah Wagoneer L dan Grand Cherokee L produksi 2025-2026.

Dua unit terakhir masuk daftar dengan jumlah sangat minim. Satu unit Cherokee model 2026 yang dibuat 17 Desember 2025, dan satu unit Grand Wagoneer L PHEV produksi 14 Januari 2026.

Pemilik Dihubungi Mulai 29 September 2026

Jeep akan mulai mengirimkan pemberitahuan kepada pemilik kendaraan terdampak pada 29 September 2026. Surat itu berisi instruksi untuk membawa kendaraan ke dealer resmi terdekat.

Dealer telah diinstruksikan memperbarui software TPMS tanpa biaya sepeser pun. Pembaruan ini diklaim menyelesaikan akar masalah sehingga sistem kembali berfungsi normal.

Hingga pengumuman ini, belum ada laporan mengenai korban atau kecelakaan yang disebabkan oleh cacat software tersebut. Recall bersifat preventif untuk memastikan seluruh unit memenuhi standar keselamatan yang berlaku.

Bukan Recall Pertama untuk Jeep

Ini bukan pertama kalinya Jeep berurusan dengan penarikan unit di Amerika Serikat. Sebelumnya, pabrikan pernah menarik sejumlah model karena masalah komponen suspensi yang sempat diperbaiki namun kembali bermasalah.

Bagi pemilik Jeep di Indonesia, informasi ini relevan sebagai pembanding. Model yang terkena recall adalah versi Amerika Serikat, dan belum ada keterangan resmi apakah unit yang dijual di pasar Indonesia turut terdampak.

Pemilik bisa memantau pengumuman resmi melalui situs NHTSA atau menghubungi dealer Jeep terdekat. Pastikan nomor rangka kendaraan dicek untuk mengetahui apakah unit masuk dalam daftar recall.

Terkini