Pertamina Hulu Energi Tuntaskan Pemetaan Seismik 3D di Selat Makassar, Bor Sumur Baru Makin Dekat

Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:01:01 WIB
Pertamina Hulu Energi Tuntaskan Pemetaan Seismik 3D di Selat Makassar, Bor Sumur Baru Makin Dekat

PHE bertindak sebagai subholding upstream Pertamina dalam proyek ini. Survei seismik 3D adalah tahap awal yang menentukan dalam industri hulu migas—hasilnya menjadi peta bawah laut yang akan memandu tim geosaintis menentukan titik bor paling prospektif. Semakin akurat survei, semakin kecil risiko kegagalan pengeboran yang biayanya bisa mencapai ratusan miliar rupiah per sumur.

Kandawulo: Gerbang Eksplorasi Baru di Indonesia Timur

Wilayah kerja Kandawulo Offshore berada di perairan Selat Makassar yang dikenal memiliki kompleksitas geologi tinggi. Lapisan sedimennya tebal dan struktur patahannya rumit, sehingga data seismik 2D yang sudah ada sebelumnya dianggap belum cukup untuk memetakan jebakan hidrokarbon secara presisi.

Dengan data 3D yang baru saja dituntaskan, para geolog PHE kini bisa melihat struktur bawah permukaan secara tiga dimensi—bukan sekadar irisan dua dimensi. Ini setara dengan "membedah" bumi dengan resolusi jauh lebih tajam, memungkinkan identifikasi reservoir yang sebelumnya tak terlihat.

Proses akuisisi data ini berlangsung di perairan terbuka dengan tantangan arus dan kedalaman yang variatif. Tim lapangan harus bekerja dengan kapal khusus yang menarik streamer—kabel panjang berisi sensor—sepanjang puluhan kilometer di belakang kapal.

Mengapa Blok Jambi Merang Jadi Perhatian?

Blok Jambi Merang selama ini lebih dikenal sebagai wilayah kerja gas yang memasok kebutuhan industri dan pembangkit listrik di Sumatera. Namun, ekspansi eksplorasi ke arah laut lepas menandakan adanya strategi baru: mencari cadangan besar di frontier area, bukan sekadar mengoptimalkan lapangan tua di darat.

Komitmen kerja pasti yang diemban PHE di blok ini merupakan janji investasi kepada pemerintah. Jika survei berjalan mulus dan hasilnya menjanjikan, tahap berikutnya adalah pengeboran sumur eksplorasi—momentum yang selalu dinanti-nanti karena berpotensi menambah cadangan nasional.

Bagi pemerintah, setiap temuan cadangan baru berarti tambahan penerimaan negara dan ketahanan energi jangka panjang. Bagi industri, ini sinyal bahwa aktivitas eksplorasi di Indonesia timur mulai bergairah lagi setelah sempat lesu bertahun-tahun.

Dampak untuk Industri dan Pasokan Energi

Keberhasilan teknis seperti ini jarang terdengar di permukaan, tapi dampaknya terasa hingga ke hilir. Temuan cadangan baru dari hasil survei ini berpotensi menjadi sumber gas atau minyak baru yang bisa diolah di kilang Pertamina atau dijual ke pembeli domestik.

Di sisi lain, aktivitas seismik juga menggerakkan ekonomi lokal—mulai dari logistik kapal, katering awak, hingga jasa pendukung di Balikpapan yang menjadi pangkalan operasi. Setiap hari kapal survei beroperasi, ada belanja bahan bakar, makanan, dan peralatan yang melibatkan pemasok lokal.

PHE sendiri belum merilis detail jadwal pengeboran lanjutan pasca-survei ini. Namun, industri biasanya membutuhkan waktu 6-12 bulan untuk memproses dan menginterpretasi data 3D sebelum memutuskan lokasi bor.

Keberhasilan PHE menuntaskan survei di perairan yang menantang ini mempertegas kapabilitas anak usaha Pertamina di bidang eksplorasi laut dalam. Dengan cadangan terbukti nasional yang terus menurun, setiap langkah eksplorasi baru adalah investasi untuk masa depan produksi migas Indonesia—bukan hanya untuk satu perusahaan, tapi untuk ketahanan energi seluruh negeri.

Terkini