EKONOMIAKTUAL.ID — Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional LRT rute Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan. Peresmian itu disertai pemberlakuan tarif khusus Rp 8 selama delapan hari pertama sebagai masa sosialisasi. Pemprov DKI Jakarta langsung membidik perampungan integrasi tiga moda transportasi di kawasan Manggarai pada akhir September 2026.
Pasca-peresmian, Pemprov DKI Jakarta menargetkan integrasi antarmoda di kawasan Manggarai rampung pada akhir September 2026. Integrasi itu mencakup penyambungan LRT Jakarta dengan KRL Commuter Line dan Transjakarta.
Tarif Promo Rp 8 dan Rencana Tarif Tetap
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan tarif promo Rp 8 berlaku selama delapan hari sejak peresmian. Setelah masa promo berakhir, tarif LRT untuk sementara ditetapkan flat Rp 5.000.
"Kita akan menggratiskan selama 8 hari mulai hari ini, dan hanya dikenakan Rp 8 selama 8 hari. Mudah-mudahan ini sebagai bagian juga dari sosialisasi," kata Pramono.
Struktur tarif permanen baru akan difinalkan pada Oktober 2026. Pramono menyebut penetapan itu akan mempertimbangkan jarak tempuh antarsegmen, termasuk rute Kelapa Gading-Velodrome dan Velodrome-Manggarai.
"Nantinya akan kami putuskan pada bulan Oktober berapa tarif, baik itu dari Kelapa Gading sampai Velodrome, Velodrome ke Manggarai, apakah ada perubahan atau dibikin flat nanti akan segera kami finalkan," ujarnya.
Investasi Rp 12,1 Triliun dan Target 80 Ribu Penumpang
LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai membentang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun. Nilai investasinya mencapai Rp 12,1 triliun yang bersumber dari APBD DKI Jakarta.
Dengan kapasitas 270 penumpang per trainset, Pramono menargetkan layanan ini mengangkut hingga 80 ribu penumpang per hari.
Manggarai Diproyeksi Jadi Hub 1,3 Juta Orang per Hari
Pramono memproyeksikan kawasan Manggarai menjadi hub transportasi baru yang dipadati 1,2 hingga 1,3 juta orang setiap hari. Halte Transjakarta yang bersinggungan langsung dengan jalur LRT dipastikan langsung dioperasikan.
"Manggarai ini kan menjadi satu hub baru, hub yang akan kurang lebih 1,2-1,3 juta orang setiap hari ada di tempat ini," ujar Pramono.
"Transjakarta haltenya yang bersinggungan dengan LRT, semuanya langsung kita operasikan, termasuk di tempat ini," katanya.
Perpanjangan ke Dukuh Atas Mulai Awal 2027
Pemprov DKI Jakarta merencanakan perpanjangan jalur LRT menuju Dukuh Atas yang ditargetkan mulai berjalan pada awal 2027. Kebutuhan pembiayaannya sekitar Rp 2,7 triliun untuk tambahan 2 kilometer jalur.
"Rencananya awal tahun depan langsung dilanjutkan sampai dengan Dukuh Atas kurang lebih masih membutuhkan Rp 2,7 triliun dan 2 kilo lagi," kata Pramono.
Skema pembiayaan yang dipertimbangkan mencakup APBD, penerbitan obligasi, hingga dukungan Danantara. Pemprov DKI juga menyiapkan rencana pengembangan rute Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium serta rute Velodrome menuju Stasiun Whoosh Halim.
DPRD DKI Minta Mikrotrans Diperbanyak
Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin meminta Pemprov DKI memperkuat integrasi antarmoda dengan memperbanyak armada Mikrotrans hingga menjangkau kawasan permukiman warga.
"Catatannya adalah penting juga penopang, Mikrotrans itu semakin menjangkau daerah-daerah kecil. Supaya bisa sampai ke sini, dari kampung-kampung perlu disambung. Nah, Mikrotrans itu supaya diperbanyak," kata Suhud.
Soal tarif tetap, Suhud menyebut penetapannya akan melalui kajian bersama Dewan Transportasi Kota Jakarta dan melibatkan DPRD. "Kalau untuk tarif kan dia itu hasil kajian. Hasil kajian tentu nanti melibatkan DPRD. Ya mungkin bukan persetujuan, tapi memang nanti kita akan kaji bersama," ujarnya.
Dukungan Danantara untuk Pembiayaan Infrastruktur
Suhud menyambut positif sinyal dukungan Presiden Prabowo agar Danantara dapat membantu pembangunan infrastruktur LRT di Jakarta. Menurutnya, beban APBD untuk proyek infrastruktur selama ini menggerus banyak anggaran.
"Saya kira Danantara ini penting ya, keterlibatan Danantara dalam pembangunan di Jakarta. Karena selama ini beban APBD untuk proyek infrastruktur ini menggerus banyak anggaran," ujarnya.
Dukungan Danantara dinilai dapat disalurkan melalui pembelian obligasi atau skema pembiayaan lain. "Tadi alhamdulillah Pak Presiden menanggapi dengan positif. Saya kira ini perlu ditindaklanjuti dan harus ditindaklanjuti oleh pihak Danantara dari amanat Presiden tadi," kata Suhud.