EKONOMIAKTUAL.ID — Toyota Alphard di Malaysia dibanderol lebih mahal, Rp 2,37 miliar, tapi pajak tahunannya cuma Rp 3,6 juta. Sebaliknya di Indonesia, Alphard yang harganya mulai Rp 1,2 miliar justru kena pajak mulai Rp 15 juta hingga Rp 27 jutaan per tahun. Perbedaan ini murni soal cara hitung, bukan soal harga mobilnya.
Toyota Alphard dijual di dua negara dengan pendekatan pajak yang bertolak belakang. Di Malaysia, satu varian Alphard dilepas 548 ribu ringgit atau sekitar Rp 2,37 miliar. Sementara di Indonesia, Alphard tersedia dari Rp 1,2 miliar sampai Rp 1,741 miliar untuk varian tertinggi.
Logikanya, mobil yang lebih mahal seharusnya kena pajak lebih besar. Yang terjadi justru sebaliknya.
Pajak Alphard Malaysia: Rp 3,6 Juta per Tahun
Pemerintah Malaysia menghitung pajak tahunan berdasarkan kapasitas mesin, bukan harga jual. Alphard menggendong mesin 2.494 cc, dan tarif untuk kelas itu sekitar 835 ringgit per tahun.
Angka tersebut setara Rp 3,6 jutaan. Pemilik Alphard di Malaysia cukup membayar segitu setiap tahun, tanpa memandang varian atau harga belinya.
Pajak Alphard Indonesia: Mulai Rp 15 Juta, Hybrid Tembus Rp 27 Juta
Di Jakarta, Alphard yang terdaftar sebagai kendaraan pertama dikenai pajak tahunan paling murah sekitar Rp 15 juta. Itu untuk tipe termurah.
Alphard versi biasa pajaknya lebih tinggi, mulai Rp 26 jutaan. Sementara varian Hybrid tertinggi menembus Rp 27 jutaan per tahun.
Kenapa Bisa Jauh Berbeda?
Indonesia memakai Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) sebagai dasar pengenaan pajak. NJKB adalah harga pasaran umum rata-rata yang dihimpun dari berbagai sumber data.
NJKB tiap model sudah tercantum dalam lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 11 tahun 2026 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat. Jadi tinggal menghitung dari lampiran itu.
Setelah NJKB didapat, tarif pajak provinsi dan SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) dijumlahkan. Total itulah yang dibayar setiap tahun.
Malaysia tidak memakai harga jual sebagai basis. Cukup lihat cc mesin, tarifnya sudah pasti. Sistem ini membuat mobil mewah berkapasitas mesin sedang seperti Alphard tetap murah pajaknya.
Yang Perlu Diperhatikan
- Pajak Alphard Indonesia di atas adalah estimasi untuk wilayah Jakarta, kendaraan pertama. Provinsi lain bisa berbeda tarif.
- Angka Rp 15 juta hanya berlaku untuk tipe termurah. Varian di atasnya langsung melonjak ke Rp 26-27 jutaan.
- Perbandingan ini tidak menghitung biaya kepemilikan lain seperti asuransi, BBM, atau biaya servis yang juga berbeda di kedua negara.
- Harga Alphard Malaysia yang Rp 2,37 miliar hanya untuk satu varian, sementara Indonesia punya beberapa varian dengan rentang harga lebar.
Kesimpulan
Selisih pajak Alphard Indonesia dan Malaysia mencapai delapan kali lipat. Bagi calon pembeli di Indonesia, biaya pajak tahunan varian Hybrid yang Rp 27 jutaan perlu masuk hitungan kepemilikan jangka panjang.
Di sisi lain, harga Alphard Malaysia yang lebih mahal justru tidak diikuti pajak besar. Dua negara memilih pendekatan berbeda: Malaysia lewat cc mesin, Indonesia lewat NJKB.