Resmi! Proyek Strategis Pipa Gas Cisem II Beroperasi Penuh

Resmi! Proyek Strategis Pipa Gas Cisem II Beroperasi Penuh
Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Batang–Cirebon–Kandang Haur Timur (Cisem II).

jakarta - Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Batang–Cirebon–Kandang Haur Timur (Cisem II) dengan panjang mencapai 242 kilometer secara resmi telah beroperasi secara total pada pekan ini. 

Momentum tersebut ditandai lewat Seremonial Commissioning Pipeline Cisem II serta Integrasi Sistem Transmisi Gas oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berbarengan dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT PGN Tbk. di Stasiun Kandang Haur Timur (KHT), Jawa Barat, akhir pekan kemarin.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengungkapkan, proses commissioning Cisem II ini menjadi sebuah pencapaian yang krusial di dalam pemantapan sarana energi nasional.

 Ia menerangkan, pipa gas Cisem merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang didirikan seutuhnya memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian ESDM demi menyokong ketahanan energi domestik.

Menurutnya, sarana masif tersebut diplot guna mengokohkan integrasi jaringan transmisi gas bumi nasional mulai dari Pulau Sumatera hingga Jawa. 

Pipa Cisem II dipasang dengan membentang sejauh kisaran 242 kilometer yang mempertemukan Batang, Jawa Tengah, sampai Kandang Haur Timur, Jawa Barat, serta menjadi bagian mata rantai krusial di dalam sistem transmisi gas bumi nasional.

"Infrastruktur ini akan meningkatkan fleksibilitas penyaluran gas dan memperkuat keandalan pasokan energi. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga proyek strategis ini dapat diselesaikan dan dioperasikan dengan baik," kata Laode melalui keterangan resmi dikutip Selasa (9/6/2026).

Pelaksanaan agenda commissioning di Kandang Haur Timur tersebut diposisikan sebagai kelanjutan dari rangkaian commissioning yang telah dilangsungkan terlebih dahulu pada pertengahan Maret 2026 di kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah. 

Adapun tahapan ini ditempuh untuk menjamin kesiapan operasional sistem secara menyeluruh sampai terintegrasi dengan sarana operasi eksisting milik Pertagas di Kandang Haur Timur.

Konektivitas dari jaringan transmisi gas bumi nasional bakal kian kokoh seiring berjalannya operasional Pipa Cisem II.

 Laode menimpali bahwa integrasi tersebut mendongkrak fleksibilitas penyaluran gas dari pelbagai sumber pasokan menuju titik-titik pusat permintaan energi, mengokohkan keandalan sistem, serta menyokong pemanfaatan gas bumi domestik dengan cara yang makin maksimal demi mencukupi keperluan industri, pembangkit listrik, kilang, pupuk, beserta sektor strategis lainnya.

Di sisi lain, Direktur Komersial PGN Aldiansyah Idham mengutarakan, prasarana ini memungkinan sistem pembagian gas bertransformasi menjadi kian fleksibel serta terpadu, sekaligus memperkukuh keandalan pasokan energi nasional.

"Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan dan menjadi milestone penting dalam optimalisasi pemanfaatan gas bumi untuk mendukung kebutuhan energi Indonesia,” papar Aldiansyah.

Guna menjamin pengelolaan aset milik negara ini berjalan secara maksimal, Menteri ESDM pun telah mengeluarkan Keputusan Menteri nomor 125.K/MG.01/MEM.M/2026 pada tanggal 13 Maret 2026 yang menginstruksikan LEMIGAS selaku pengelola dari Pipa Cisem II. 

Selanjutnya, pada April 2026 lewat mekanisme pemilihan mitra strategis oleh LEMIGAS, Pertagas secara resmi didapuk sebagai operator Pipa Cisem II, melanjutkan andil sukses Pertagas pada Pipa Cisem I yang sudah beroperasi semenjak tahun 2023.

Direktur Utama Pertagas Indra P. Sembiring mengemukakan bahwa proses commissioning di Kandang Haur Timur menjadi penanda kesiapan operasional secara total dari sistem Cisem II yang saat ini telah tersambung dengan sarana operasi Pertagas. 

Ia menyebutkan, sebagai operator yang dipilih oleh Kementerian ESDM, Pertagas telah menyiapkan alat sarana, prasarana, berikut personel yang disebar dari wilayah Jawa Timur sampai Jawa Barat demi menjamin pengoperasian infrastruktur ini beroperasi secara aman, andal, serta maksimal.

"Kehadiran Cisem II akan semakin memperkuat konektivitas jaringan pipa gas bumi nasional serta meningkatkan fleksibilitas operasi sistem transmisi gas,” kata Indra.

Ia menguraikan, sumber pasokan utama pada instalasi Pipa Cisem II untuk tahapan awal pengaliran gas bersumber dari Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB). 

Kedatangan aliran gas dari JTB lewat interkoneksi terpadu ini diproyeksikan dapat secara langsung mendongkrak produktivitas kawasan industri strategis, termasuk wilayah Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index