Karya Asrul Sani Jadi Media Merawat dan Memajukan Kebudayaan

Karya Asrul Sani Jadi Media Merawat dan Memajukan Kebudayaan
Kemenbud menyebut karya Asrul Sani menjadi media.

Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta menyatakan bahwa karya milik tokoh seni, sineas, serta sastrawan Asrul Sani berperan sebagai sarana dalam memperkokoh kembali tekad untuk menjaga dan mengembangkan kebudayaan Indonesia.

“Peringatan ini tak hanya menjadi ruang untuk mengenang Asrul Sani tetapi momentum untuk menggunakan kembali komitmen dalam merawat dan memajukan kebudayaan sebagai sumber kekuatan persatuan dan kemajuan bangsa,” ujar Bambang dalam dialog peringatan 101 tahun kelahiran Asrul Sani yang dipantau secara daring dari Jakarta, Selasa.

Ia mengenang karya milik sosok sastrawan asal Sumatra Barat yang diadaptasi menjadi film ini sekaligus menjadi ruang refleksi moral dan sosial, karya “Titian serambut dibelah tujuh” kemudian Naga Bonar menurutnya menunjukkan bahwa sinema bisa menjadi ruang refleksi moral maupun sosial ini sangat penting di dalam sejarah pemikiran kami.

“Sementara Naga Bonar berhasil menghadirkan kisah perjuangan bangsa dengan sentuhan humanis humoris dan dekat dengan masyarakat dan melalui karya ini masyarakat Indonesia dapat sangat kuat pada identitas bangsa sekaligus memiliki kualitas artistik yang sangat tinggi,” tambahnya.

Karya-karya Asrul Sani, menurutnya masih terus lestari, serta semangat kreativitas dan intelektualitasnya menjadi bukti bahwa kebudayaan adalah fondasi peradaban bangsa.

“Semoga karya gagasan dan keteladanan terus kami dan perjalanan kebudayaan Indonesia di masa kini dan masa mendatang,” tambahnya.

Pada agenda serupa, Kepala Perpustakaan Nasional E. Aminudin Aziz menuturkan bahwa karya sastra milik Asrul Sani bukan sekadar ajang peringatan untuk mengingat masa silam, melainkan upaya menghidupkan kembali gagasan di tengah perkembangan zaman saat ini.

Tantangan mengenai literasi yang masih rendah serta kurangnya ketersediaan bahan bacaan yang sesuai dengan minat masyarakat menjadi perhatian pihaknya. 

Sebab, menurutnya, karya sastra yang relevan dengan minat dapat menjadi media efektif dalam penyampaian informasi.

Pihaknya pun kali ini berupaya supaya karya milik Asrul Sani bisa terus hidup serta dikenal luas oleh generasi muda, salah satunya melalui pameran di lantai empat Perpustakaan Nasional yang dijadwalkan berlangsung sampai 17 Juni 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index