OJK: RGS 2026 Perkuat Tata Kelola untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:30:32 WIB
OJK Siap Gelar RGS 2026 demi Sokong Pertumbuhan Ekonomi [FOTO: NET].

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengemukakan bahwa penyelenggaraan Risk and Governance Summit (RGS) 2026 bakal menjadi wadah penguatan tata kelola pada industri jasa keuangan demi menyokong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena menuturkan RGS 2026 akan mempertemukan pihak regulator, industri, asosiasi profesi, serta pemangku kepentingan guna mengulas perkembangan sekaligus praktik terbaik pada ranah governance, risk, and compliance (GRC).

“Kalau kami bicara masalah governance, kami perlu juga melihat konteks dan ekosistemnya,” kata Sophia dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu (11/07/2026).

RGS ialah agenda tahunan OJK bersama lembaga serta asosiasi profesi pada bidang GRC, sekaligus menjadi kegiatan puncak dari rangkaian forum penguatan GRC dan penegakan integritas sektor jasa keuangan.

Pada tahun ini, RGS mengusung tema “Future-Ready Governance for Sustainable Growth and National Prosperity” dengan fokus terhadap transparansi dan etika dalam mendampingi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan bakal dilangsungkan pada 14 Juli 2026.

Menurut Sophia, pelaksanaan RGS 2026 juga bakal menghadirkan praktisi serta pakar dari dalam maupun luar negeri untuk membagikan pengalaman mengenai perkembangan tata kelola.

Ulasan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah untuk mengamati praktik dan perkembangan kebijakan pada level internasional serta relevansinya bagi penguatan tata kelola di Indonesia.

“Apakah unsur ini sudah kami antisipasi, sudah kami ada atau belum. Itu kami juga belajar,” ujarnya.

RGS 2026 bakal mempunyai dua sesi utama. Sesi pertama bertajuk “Strategic Transparency: Redefining Trust and Long-Term Organizational Value” yang mengulas transparansi strategis, tata kelola risiko, akuntabilitas, serta andil audit internal dalam mengonstruksi kepercayaan dan nilai organisasi jangka panjang.

Sementara itu, sesi kedua bertajuk “Ethics in Action: Building a Values-Driven Culture for Sustainable Performance” yang bakal mengulas tata kelola berbasis etika dan penguatan budaya organisasi demi mendorong kinerja berkelanjutan.

Sophia menyebutkan OJK juga bakal menghimpun pandangan dari para peserta via survei atau kuesioner pada penghujung kegiatan. Masukan tersebut, kata Sophia, ke depannya bakal dikompilasi lalu diteruskan kepada jajaran OJK serta asosiasi selaras sektor keuangan terkait.

“Nanti kami akan kumpulkan masukan dari para audiens. Masukan itu akan kami kompilasikan, kami sampaikan kepada kepala eksekutif dan juga asosiasi,” katanya.

Ia memaparkan bahwa masukan dari peserta dapat menyajikan gambaran mengenai aspek tata kelola yang masih mesti diperkukuh, baik dari sisi regulasi maupun implementasi.

“Dengan mengombinasikan semua unsur ini, nanti kami bisa mendapatkan masukan, apa misalnya ada pengaturan yang perlu kami perkuat. Atau kalau pengaturannya sudah ada, yang mana penguatan implementasinya,” ujar Sophia.

RGS 2026 merupakan puncak dari rangkaian agenda Road to RGS yang bergulir sepanjang tahun, antara lain forum penguatan fungsi GRC, kelas seputar anti-fraud, pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme (APU-PPT), risiko siber, aktivitas di kampus, serta kompetisi karya inovasi.

Terkini