Akses Baru Tol Serbaraja Jalani Uji Laik Fungsi Sebelum Dibuka

Rabu, 08 Juli 2026 | 20:13:32 WIB
Tol Serpong-Balaraja Bakal Punya Akses Baru, Kini Diuji Kelayakan [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membeberkan bahwa jalur Tol Serpong-Balaraja bakal secepatnya dilengkapi dengan jalur akses baru, yakni Simpang Susun Industri serta On/Off Ramp Raya Serpong.

Merujuk pada laporan yang dirilis oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), sepasang akses baru tersebut saat ini tengah menempuh tahapan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) guna memastikan komponen teknis, faktor keselamatan, serta sisi operasional telah selaras dengan regulasi yang berlaku.

“Melalui proses ini, tim pemeriksa memberikan rekomendasi penyempurnaan yang akan ditindaklanjuti oleh Badan Usaha Jalan Tol sebelum akses tersebut dapat difungsikan,” tulis BPJT dikutip dalam akun Instagram resminya, Rabu (8/6/2026).

Imbas dari agenda uji tersebut, pihak pemerintah menginstruksikan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Trans Bumi Serbaraja untuk melengkapi beraneka sarana beserta prasarana pendukung sebelum sepasang akses baru itu resmi dibuka untuk umum.

Sejumlah poin pembenahan mencakup urgensi penambahan perlengkapan jalan dan area gerbang tol, seperti penyesuaian papan rambu, marka jalan, fasilitas pelengkap gerbang tol (GT), serta sarana penunjang lainnya. Di samping itu, pemerintah juga memacu eskalasi aspek keselamatan berkendara, perbaikan struktur jalan dan sistem drainase, hingga penataan kawasan jalan tol.

“Setelah seluruh rekomendasi dipenuhi dan dinyatakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Simpang Susun Industri dan On/Off Ramp Raya Serpong pada Jalan Tol Serpong - Balaraja dapat dioperasikan,” tambah BPJT.

Berdasarkan data dokumentasi Bisnis, Tol Serbaraja mengintegrasikan tiga seksi dengan akumulasi nilai investasi menyentuh Rp14,37 triliun serta ongkos konstruksi berkisar Rp6,17 triliun. Rinciannya meliputi seksi I (BSD–Legok) sepanjang 9,3 kilometer, seksi II (Legok–Tigaraksa Selatan) sepanjang 11,5 kilometer, dan seksi III (Tigaraksa Selatan–Balaraja) sepanjang 18,6 kilometer.

Skema pendanaan untuk pengerjaan proyek tol ini dipelopori oleh sektor swasta guna menyokong agenda pemerintah dalam memperluas jaringan jalan bebas hambatan. Paling baru, kelanjutan konstruksi Tol Serpong - Balaraja dibidik bakal bergulir pada tahun ini. Hal tersebut selaras dengan apa yang dipaparkan oleh pemegang saham mayoritas PT Trans Bumi Serbaraja, yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE).

Direktur BSDE Hermawan Wijaya menyebutkan pihak perseroan saat ini masih menghitung estimasi kebutuhan permodalan proyek yang telah menapak ke fase 2 tersebut. Kendati demikian, apabila berkaca pada pengerjaan fase 1 terdahulu yang membentang kurang lebih 9 km, nilai investasi proyek tersebut menyentuh angka Rp5,2 triliun.

Pihak perseroan bakal meneruskan ekspansi proyek ini lewat bendera PT Trans Bumi Serbaraja. Di dalam struktur konsorsium tersebut, BSDE menguasai porsi kepemilikan 50% dari ruas tol dimaksud, disusul 25% yang dipegang oleh PT Astratel Nusantara, dan 25% sisanya dikuasai oleh PT Transindo Karya.

“Aan kami lanjutkan [tol Serbaraja], kemungkinan mulai pada Semester II/2026. Nilai investasinya masih belum ada angka dari Badan Pengatur Jalan Tol [BPJT],” ujarnya dikutip, Jumat (27/2/2026).

Terkini