Arema FC Resmi Tebus Alfeandra Dewangga dari Persib Bandung

Senin, 06 Juli 2026 | 05:17:02 WIB
Transfer Dewangga ke Arema FC: Kontrak Dua Musim demi Papan Atas [FOTO: NET].

JAKARTA - Arema FC konsisten memperlihatkan indikasi nyata bahwa mereka tidak ingin sekadar numpang lewat dalam mengarungi musim anyar Super League 2026-2027. Tim berjuluk Singo Edan ini secara resmi sukses mengamankan servis Alfeandra Dewangga Santosa dari Persib Bandung lewat mekanisme transfer, lalu mengikat sang pemain lewat masa kerja selama dua tahun.

 Keputusan tersebut mempertegas keseriusan jajaran manajemen untuk melengkapi komposisi tim selaras dengan apa yang dipersyaratkan oleh juru taktik Marcos Santos. 

Sang pemain mendarat bukan berstatus bebas agen, melainkan dibeli lantaran posisinya masih terikat masa bakti dengan kubu Maung Bandung.

"Kami datangkan Dewangga dengan skema transfer karena yang bersangkutan masih memiliki kontrak dengan Persib. Setelah proses transfer selesai, kami langsung mengontraknya selama dua musim," ujar General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi.

Menurut pandangannya, langkah tersebut direalisasikan lantaran sang pelatih menganggap pesepak bola berusia 25 tahun itu merupakan elemen penting yang sangat diperlukan guna mendongkrak kekuatan komposisi pemain di musim kompetisi saat ini.

"Karena itu, direksi memberikan dukungan penuh dengan membantu proses transfernya sehingga akhirnya Dewangga resmi bergabung bersama Arema FC," imbuhnya.

Pemain yang piawai ditempatkan pada sektor palang pintu tengah, bek sayap kiri, hingga gelandang bertahan tersebut menjadi nama baru keempat yang didaratkan oleh Arema FC, menyusul rekrutan sebelumnya yakni Syahrul Trisna Fadillah, Erlangga Setyo, beserta Robi Darwis.

Sementara bagi Alfeandra Dewangga sendiri, agenda kepindahan menuju Arema FC bukanlah suatu rencana yang sudah dipersiapkan sedari awal. Dirinya mengaku baru mengetahui kepastian proses kepindahan tersebut lewat informasi dari sang agen, mengingat pada awalnya ia menyadari masih menyisakan sisa ikatan kerja di Persib Bandung.

"Ada beberapa tim juga yang minat cuma yang saya tahu info dari agen Arema yang berani transfer fee ke Persib," kata pemain kelahiran Semarang itu.

Kini sesudah resmi menjadi bagian tim, ia seketika memperoleh pemaparan perihal visi besar klub dari pihak manajemen. Ia pun mengonfirmasi sempat bertatap muka langsung secara privat dengan CEO Arema FC sebelum membubuhkan tanda tangan di atas kertas kontrak.

"Satu membantu tim, karena sebelum tanda tangan kontrak saya ketemu dengan CEO Arema FC, dia bilang target kami papan atas dan saya bertekad membantu tim," imbuhnya.

Ekspektasi tinggi tersebut dirasa cukup berdasar, sebab sepanjang menapaki karier profesionalnya kala berkostum PSIS maupun Persib, dirinya sudah membukukan 115 laga, menorehkan 6 gol, 4 umpan berbuah gol, serta mengemas catatan bertanding melewati 9.100 menit, termasuk jam terbang bersaing di kancah Asia.

Menariknya, kepindahan menuju Arema FC ini turut memunculkan sebuah fakta unik dalam riwayat karier legiun bertinggi badan 1,79 meter tersebut. 

Sesudah mengawali lembaran profesional bersama PSIS Semarang, kemudian melanjutkan pengabdian ke Persib Bandung, kini dirinya kembali mendarat di tim yang identik dengan atribut warna biru. Kondisi ini membuat publik sepak bola mengaitkan alur perjalanannya dengan julukan "biru tengah, biru barat, serta saat ini biru timur".

"Sebenarnya kalau dilihat seberapa biru saya kaget. Saya juga selama bergabung di 3 klub ini saya baru ngeh kok biru semua, tidak ada kepikiran mau pindah dari tim berwarna jersey biru ke biru lagi," tutur Alfeandra Dewangga.

"Mungkin karena jodohnya baju biru jadi ya dapat biru lagi," sambungnya.

Kendati tak menampik fakta kalau Persib adalah salah satu kesebelasan paling raksasa di tanah air, ia memandang Arema FC memiliki rekam jejak panjang yang memicu rasa bangganya bisa menjadi bagian dari kesebelasan tersebut.

Bagi sang pemain, merapat ke tim berjuluk Singo Edan yang sudah sangat lama eksis dan bertahan di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia merupakan sebuah tantangan sekaligus pelecut semangat baru di dalam perjalanan kariernya.

"Sebenarnya yang paling besar memang Persib semua orang Indonesia tahu Persib paling besar. Tapi Arema ini kan bisa dibilang klub legenda ya jadi begitu lama berdiri dan stay di Liga 1 jadi ini tim yang banyak sejarah menurut saya," ujar pemain yang biasa disapa Dewangga.

"Saya juga bahagia semoga bisa membantu Arema ke papan atas," pungkasnya.

Terkini